Archive | Sex RSS feed for this section

Heboh Video Dua ABG Mesum dengan Pria Berumur

13 Oct

Sabtu, 13 Oktober 2012 08:09

Image

Ilustrasi

KUALAKAPUAS –Dalam sepekan ini telah beredar video mesum dilakukan dua perempuan anak baru gede dan seorang lelaki berumur sekitar 50 tahunan. Video ini diduga sudah beredar luas melalui handphone di Kota Kualakapuas.

Adegan video porno tersebut, terlihat jelas rupa ketiga pemainnya yang sedang melakukan adegan panas, layaknya suami istri. Adegan itu, mereka melakukannya di sebuah ruangan dan ada tempat tidurnya.

Gatner, Ketua Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo (Koppad Borneo), ketika dimintai komentarnya, Jumat (12/10/2012) mengatakan, kami berharap jangan sampai video itu dibiarkan terus Continue reading

Advertisements

MA Setuju Pemerkosa Tidak Dipenjara, Tapi Bayar Seekor Kerbau

12 Oct

Jakarta Apakah selamanya pemerkosa harus dihukum penjara? Ternyata tidak. Di Indonesia yang Imagememiliki beragam budaya dan beraneka suku, pengadilan bisa mengesampingkan KUHP dan menguatkan hukuman dengan hukum adat yang berlaku di tempat tersebut.

“Mahkamah Agung (MA) tetap menghormati putusan Kepala Adat yang memberikan sanksi adat terhadap pelanggar norma hukum adat,” kata Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara (Waka PN Jakut), Dr Lilik Mulyadi, Jumat (12/10/2012). Hal ini tertuang dalam buku karya terbarunya ‘Bunga Rampai Hukum Pidana Umum dan Khusus’ yang diterbitkan Penerbit Alumni.

Kasus ini bermula saat seorang pemuda dinilai berbuat asusila di desa Paruna, Unaaha, Kendari pada 15 Juni 1987. Akibat perbuatan tersebut, pemuda tersebut diadili secara adat oleh ketua adat yang dikenal dengan istilah ‘Prohala’. Hukuman tersebut yaitu harus membayar seekor kerbau dan satu piece kain kaci. Hukuman ini diterima pelaku dan dilakanakan.

Akan tetapi masalah tersebut diusut lagi oleh kepolisian dan kejaksaan hingga dilimpahkan ke pengadilan. Dalam dakwannya, pemudan tersebut didakwa telah melanggar pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Pada 15 Juni 1987, PN Kendari menguatkan hukuman adat tersebut.

“Terdakwa telah dijatuhi sanksi adat ‘Prohala’ oleh kepala adat dan pemuka adat sehingga dalam diadilinya lagi terdakwa berdasarkan KUHP berarti terdakwa telah diadili dua kali dalam masalah yang Continue reading