Disetubuhi Dulu, Kronologi Pembunuhan Wanita Dalam Kardus & Mayat Dalam Koper

22 Oct

Sabtu, 22/10/2011 07:59

Sebelum Dibunuh, Wanita Dalam Kardus & Koper Disetubuhi Dulu

Jakarta – Rahmat Awifi (26), tersangka pembunuhan Hertati (35), mayat dalam kardus dan Er (6), mayat dalam koper, melakukan aksi sadisnya itu di rumah kontrakan korban di kawasan Sukapura, Jakarta Utara. Sebelum dibunuh, kedua korban disetubuhi dulu.

Dijelaskan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edy Pramono, tersangka Rahmat membunuh korban bersama temannya, Kriswahyudi. Aksi pembunuhan sadis itu dilakukan pada Kamis (13/10/2011) malam.

“Korban ini hamil 3 minggu. Karena diminta pertanggungjawaban, R (Rahmat) ini merencanakan pembunuhan ini karena dia sudah punya pacar juga,” jelas Gatot saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/10/2011).

Pada Kamis (13/10) malam sebelum membunuh korban, Rahmat (26) yang berada di rumah orangtuanya di Jl Balai Rakyat V/8 RT 006/003 Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara menghubungi tersangka lain yang merupakan temannya, Kriswahyudi (27).

“K (Kriswahyudi) diminta datang untuk mengambil surat sakit. R (Rahmat) saat itu beralasan besoknya, Jumat nggak akan masuk karena sakit,” kata Gatot.

Rahmat kemudian meminta Kriswahyudi untuk menemuinya di rumah kontrakan Hertati di Sukapura, Jakarta Utara. Setelah berada di rumah korban, tersangka meminta agar Kriswahyudi mengajak Er keluar, di depan kontrakan.

“Sementara tersangka R (Rahmat) melakukan hubungan intim dengan korban,” kata Gatot.

Setelah selesai berhubungan intim, Rahmat kemudian mengambil pisau dapur dan langsung menusuk perut korban. Korban kemudian dibekap mulutnya.

“Korban kemudian menjerit minta tolong, sehingga kedengaran oleh anak korban,” kata dia.

Er kemudian berlari ke dalam rumah untuk mencari tahu suara teriakan yang dikenalinya sebagai ibunya itu. Saat itu, Er melihat kalau ibunya sudah berlumuran darah.

“Kemudian tersangka meminta temannya untuk membekap mulut anak korban agar tidak berteriak,” ujarnya.

Setelah itu, Rahmat menguasai anak korban lalu menyuruh Kriswahyudi untuk keluar rumah. Setelah temannya keluar, Rahmat kemudian mencekik Er.

“Usai mencekik, anak korban juga diperkosa oleh Rahmat,” ujar seorang penyidik.

Kronologi Pembunuhan Wanita Dalam Kardus & Mayat Dalam Koper

Jakarta – Aparat Polda Metro Jaya berhasil membekuk Rahmat Awifi (26), pelaku pembunuhan Hertati (35) dan anaknya ER (6) yang masing-masing korban ditemukan dalam kardus di Koja, Jakarta Utara dan dalam koper di Cakung, Jakarta Timur. Tersangka adalah pacar gelap Hertati, warga asal Lampung.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edy Pramono mengatakan, pembunuhan diawali adanya permintaan Hertati kepada Rahmat untuk bertanggung jawan atas kehamilan Hertati yang memasuki usia kandungan 3 minggu. Usai menghabisi nyawa Hertati, Rahmat juga tega membunuh lalu membakar anak bungsu Hertati.

Tersangka sendiri telah merencanakan aksi pembunuhan ini seminggu sebelumnya. Aksinya itu dibantu oleh temannya, Kriswahyudi yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Berikut kronologi pembunuhan kedua korban oleh tersangka seperti dipaparkan Gatot di hadapan wartawan, Jumat (21/10/2011) malam.

Kamis, 13 Oktober 2011

Pada Kamis malam, tersangka yang sedang berada di rumah orangtuanya di Jl Balai Rakyat V/8 RT 006/003 Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara menghubungi temannya, Kris. Rahmat meminta Kris untuk datang ke rumah kontrakan korban di Sukapura, Jakarta Utara.

Rahmat meminta Kris untuk datang ke lokasi untuk mengambil surat keterangan sakit. Rahmat yang bekerja di sebuah pabrik jok di kawasan Sunter, Jakarta Utara itu berniat untuk tidak masuk pada Jumat (14/10).

Setibanya di kontrakan, tersangka Kris diminta menunggu di luar kontrakan bersama ER. Sementara Kris menunggu di luar bersama ER, Rahmat menyetubuhi Hertati.

Belum saja Hertati mengenakan pakaian selepas berhubungan intim, pelaku kemudian pergi ke dapur untuk mengambil pisau. Rahmat kemudian menusuk Hertati sebanyak dua kali di bagian perutnya hingga berteriak minta tolong. Rahmat lalu membekap mulut Hertati hingga ia tewas.

Teriakan korban rupanya mengundang perhatian ER. ER bersama Kris kemudian masuk ke dalam rumah tersebut dan melihat kondisi Hertati sudah berlumuran darah.

Rahmat kemudian menyuruh Kris untuk memegang ER dan membekap mulutnya. Rahmat kemudian merebut ER dari genggaman Kris, lalu menyuruh Kris untuk menunggu di luar.

Rahmat kemudian membekap mulut ER hingga mati lemas. Tidak sampai di situ, ER kemudian disetubuhi lalu disodomi oleh Rahmat. Usai membunuh ER, Rahmat kemudian membopong tubuh mungil ER ke dalam dapur.

Sebelumnya, Rahmat mengambil bensin yang ada di motornya, lalu menyiramkannya ke tubuh ER. Setelah itu, Rahmat kemudian membakar tubuh ER. Namun, Rahmat kemudian segera menyiram api di tubuh ER agar api tidak meluas.

Setelah selesai menghabisi kedua korban, Rahmat meminta agar Kris berjaga-jaga di luar rumah untuk memantau situasi. Rahmat kemudian. Membereskan lokasi dan mengemas kedua korban, di mana Hertati dimasukkan ke dalam kardus bungkus televisi Sharp, sedangkan ER dimasukkan ke dalam koper berwarna ungu merek Polo.

Setelah itu, Rahmat kemudian memasukkan 3 lembar foto pria ke dalam kardus, sementara koper berisi mayat ER dibubuhi dengan sebuah kartu nama milik Syarifudin, seorang sales peralatan elektronik di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Usai mengemasi semuanya, Rahmat kemudian menyuruh Kris untuk pulang.

Jumat, 14 Oktober 2011

Menjelang pukul 12.00 WIB, Rahmat kemudian membuang kardus berisi mayat Hertati di Jl Kurnia, Gang D, Koja, Jakarta Utara. Rahmat membuang kardus itu seorang diri dengan menggunakan motor bebek.

Sekitar pukul 12.05, saat menuju lokasi pembuangan mayat, Rahmat sempat tertangkap kamera CCTV milik Bank BNI di kawasan Koja, Jakarta Utara. Dalam rekaman itu terlihat bahwa Rahmat hanya mengenakan jaket warna hitam dan celana jeans pendek.

Setibanya di lokasi, Rahmat kemudian meletakkan kardus berisi mayat Hertati di pinggir gang yang hanya memiliki lebar sekitar 2 meter. Adapun, kardus berisi mayat Hertati itu ditemukan pada Jumat (14/10) sekitar pukul 15.00 WIB.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Pada Sabtu pagi, Rahmat membuang koper berisi mayat ER di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Setelah itu, korban pulang ke rumahnya. Sementara mayat ER dalam koper baru diketahui pada siang harinya.

Jumat, 21 Oktober 2011

Setelah berhasil mengidentifikasi korban Hertanti dan ER, aparat Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menangkap Rahmat. Rahmat ditangkap sekitar pukul 06.00 WIB.

Rahmat ditangkap di pabrik jok mobil di Sunter, Jakarta Utara, tempatnya bekerja. Sedangkan Kris yang turut membantu juga dibekuk pada hari yang sama, Sabtu (21/10) siang.

Polisi menjerat tersangka dengan tuduhan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Dari kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau dapur, karpet berlumur darah, kardus televisi, koper, telepon genggam milik Hertati, HP milih Rahmat serta motor.

Dre@ming Post______

sumber : detik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: